RP. 225,000.-
Termometer HARMED MT-788 adalah termometer infrared yg bisa mengukur suhu badan melalui telinga maupun dahi, sehingga meningkatan fleksibilitas penggunaannya pada kondisi-kondisi tertentu. Berfungsi juga sebagai anti bakteri dan penampilan jam.
Fitur:
- Multi fungsi utk pengukuran suhu pada telinga, dahi & ruangan, fungsi anti bakteri dan fungsi jam.
- Pengukuran suhu cukup dalam waktu 1 detik.
- Dilengkapi lampu backlit sehingga memudahkan pembacaan.
- Semua fungsi dilakukan melalui satu tombol.
- Menyimpan pengukuran terakhir.
- Indikasi demam dari bell dan ikon.
- Akurat dan Handal.
Cara Pemesanan: OTD (ORDER = TRANSFER = DELIVER):
ORDER melalui sms, TRANSFER/stor ke rek. BCA/Mandiri, barang di-DELIVER melalui JNE.
1. Kirim sms minat ke: 0815 800 7638 (Sierra) dng format:
HARMED MT-788 + jumlah yg.diminati + kota atau kbptn tujuan pengiriman.
Contoh: HARMED MT-788 + 2 + Kota Martapura, Kalsel.
2. Terima sms balasan ttg. ketersediaan barang, harga, ongkir JNE, no.rek. BCA/Mandiri utk transfer dan syarat pengiriman.
3. Bila cocok, transfer/stor ke no.rek. BCA/Mandiri diatas, lalu kirim sms berisi: "trf bank xxx", nama, alamat lengkap & no.tlp/hp Penerima barang.
4. Terima sms balasan kapan barang akan dikirim, yaitu sesuai jam masuknya transfer.
(Bila transfer masuk seblm jam 11:30, barang dikirim pd hari itu juga. Sesdh jam 11:30, barang dikirim pd hari berikutnya, krn jadwal pengiriman kami ke JNE setiap hari pd jam 12:00, Senin-Saptu).
5. Stlh barang dikirim ke JNE, terima sms berisi no. resi pengiriman JNE utk tracking status di situs JNE, pd sore/mlm hari ssdh pengiriman ke JNE pd hari tsb. selesai.
6. Tunggu kedatangan barang, diantar oleh kurir JNE ke alamat Penerima barang.
-Harga yg ditawarkan adalah harga pas agar tidak repot tawar menawar. Kesepakatan harga dan ketersediaan barang berlaku harian. Lewat 1 hari, peminat agar mengkonfirmasi kembali kesepakatan seblm melaksanakan transaksi.
-Barang yg akan dikirim diperiksa (dibuka) terlebih dahulu utk memastikan dlm keadaan baik & berfungsi normal. Namun bila pembeli menghendaki, barang bisa dikirim masih tersegel; dlm hal mana kerusakan yg mungkin terjadi selama pengiriman menjadi tanggung jawab pembeli sepenuhnya.
-Catatan: Hanya buka toko online, tidak melayani COD. Barang langsung dari distributor, jual retail harga grosir. Orisinalitas & kualitas terjamin. Yang ingin tanya atau butuh info tambahan mengenai produk ini, CALL Sierra di: 0815 800 7638)
The Sammy's Pages
Sabtu, 30 November 2013
Selasa, 16 Juni 2009
Arogansi Kelompok Yang Mengkhawatirkan
Sekelompok pengendara moge (motor gede) telah diadukan oleh seorang bapak (Edwin) yang merasa diteror oleh ulah kawanan konvoi moge tersebut yang menggebrak dan mengepung mobilnya yang tersendat dalam kemacetan arus lalulintas di Puncak pada Minggu sore kemaren. Edwin yang melaporkan kejadian ini kepada polsek Cisarua mengaku bahwa dirinya juga telah dipukul, sehingga isterinya yang sedang hamil dan ketiga orang anaknya serta mertuanya mengalami trauma akibat dari kejadian tersebut. Demikian ramai diberitakan oleh media cetak, elektronik dan situs-situs dunia maya hari ini.
Sungguh tragis dan memilukan bila berita ini benar adanya. Kebringasan sekelompok orang yang merasa kepentingannya terganggu, lalu melakukan tindakan kasar demi mempertahankan kepentingannya itu menunjukkan betapa rawannya kekuatan massa yang terhimpun dalam kelompok yang tidak terkendali.
Sudah menjadi rahasia umum (artinya sudah bukan rahasia lagi) bahwa kelompok moge itu umumnya terdiri dari orang-orang dari kalangan berduit, yang mampu membayar puluhan bahkan sampai ratusan juta untuk sebuah hobi yang mahal. Umum juga tahu bahwa banyak pejabat dan bekas pejabat, orang-orang penting sampai kaum selebritas berhimpun dalam klub-klub motor besar, sehingga kesan sebagai kelompok elit-nya sulit untuk dipungkiri.
Tidak ada yang salah dalam hal ini, tidak ada hukum yang melarang orang berduit untuk menyalurkan hobi mereka, terlepas apakah hobi itu mahal atau tidak. Bahkan ada kelompok moge yang perlu diappresiasi, karena sambil melakukan tur-tur ke pelbagai pelosok negeri, mereka tidak lupa melakukan baksos (bakti sosial) dengan menyumbang disana-sini.
Yang perlu kita prihatinkan adalah bila kelompok tersebut, dalam menyalurkan hobi mereka lalu menganggap merekalah yang harus di nomor-satu kan, harus mendapat prioritas lebih dari pemakai jalan lainnya. Seolah-olah merekalah satu-satu-nya pemilik jalan, sehingga bila ada orang lain yang mereka anggap merintangi, dengan gampangnya mereka hakimi. Apapun alasannya main hakim sendiri dengan merusak kendaraan orang lain apalagi disertai pemukulan jelas tidak bisa dibenarkan. Ulah yang demikian ini hanya akan menambah pandangan miring orang banyak terhadap kelompok elitis ini.
Kalau benar apa yang terjadi dengan keluarga bapak Edwin itu, adalah contoh arogansi kelompok moge yang salah kaprah, yang seharusnya dihindari. Apakah polsek Cisarua akan bisa menegakkan keadilan disini dan menghukum yang salah, kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Salam,
Sammy.
Sungguh tragis dan memilukan bila berita ini benar adanya. Kebringasan sekelompok orang yang merasa kepentingannya terganggu, lalu melakukan tindakan kasar demi mempertahankan kepentingannya itu menunjukkan betapa rawannya kekuatan massa yang terhimpun dalam kelompok yang tidak terkendali.
Sudah menjadi rahasia umum (artinya sudah bukan rahasia lagi) bahwa kelompok moge itu umumnya terdiri dari orang-orang dari kalangan berduit, yang mampu membayar puluhan bahkan sampai ratusan juta untuk sebuah hobi yang mahal. Umum juga tahu bahwa banyak pejabat dan bekas pejabat, orang-orang penting sampai kaum selebritas berhimpun dalam klub-klub motor besar, sehingga kesan sebagai kelompok elit-nya sulit untuk dipungkiri.
Tidak ada yang salah dalam hal ini, tidak ada hukum yang melarang orang berduit untuk menyalurkan hobi mereka, terlepas apakah hobi itu mahal atau tidak. Bahkan ada kelompok moge yang perlu diappresiasi, karena sambil melakukan tur-tur ke pelbagai pelosok negeri, mereka tidak lupa melakukan baksos (bakti sosial) dengan menyumbang disana-sini.
Yang perlu kita prihatinkan adalah bila kelompok tersebut, dalam menyalurkan hobi mereka lalu menganggap merekalah yang harus di nomor-satu kan, harus mendapat prioritas lebih dari pemakai jalan lainnya. Seolah-olah merekalah satu-satu-nya pemilik jalan, sehingga bila ada orang lain yang mereka anggap merintangi, dengan gampangnya mereka hakimi. Apapun alasannya main hakim sendiri dengan merusak kendaraan orang lain apalagi disertai pemukulan jelas tidak bisa dibenarkan. Ulah yang demikian ini hanya akan menambah pandangan miring orang banyak terhadap kelompok elitis ini.
Kalau benar apa yang terjadi dengan keluarga bapak Edwin itu, adalah contoh arogansi kelompok moge yang salah kaprah, yang seharusnya dihindari. Apakah polsek Cisarua akan bisa menegakkan keadilan disini dan menghukum yang salah, kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Salam,
Sammy.
Label:
arogansi,
kebringasan kelompok,
moge,
motor gede
KDRT, Mengapa Terjadi?
Cici Paramida diberitakan mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri pada hari Minggu, 14 Juni 09 yang lalu di kawasan Puncak, Bogor. Artis penyanyi dangdut yang baru sekitar tiga bulanan menikah dengan Suhaibi Hamzawi di Mekah ini mengalami luka pada pelipis, pipi kanan dan memar pada tangan kanan, ketika berusaha menghentikan laju kendaraan yang ditumpangi oleh suaminya di jalan raya Puncak menuju Jakarta.
Peristiwa yang tragis dan memprihatinkan ini hanya menambah panjang daftar kasus KDRT yang terjadi di kalangan artis dan pesohor (celebrities) di negeri ini. Tragis, karena walaupun sudah berikrar janji setia sehidup semati didepan Rumah Allah, tampaknya keduanya tidak mampu membina rumah tangga yang sakinah ma waddah wa rahmah seperti yang pastinya mereka idam-idamkan semula. Cukup mengagetkan juga karena begitu pendeknya waktu antara ikrar pernikahan dengan terjadinya peristiwa kekisruhan rumah tangga ini.
Memprihatinkan, karena peristiwa ini terjadi pada saat kasus KDRT yang dialami oleh model cantik Manohara Odelia Pinot versus Tengku Fachry dari kerajaan Kelantan, Malaysia, belum menampakkan tanda-tanda akan segera berakhir. Saling somasi dan tuntut menuntut sepertinya masih akan berlanjut, entah sampai kapan …
Walaupun korban pada kebanyakan kasus KDRT adalah kaum Hawa, namun perlu kita sadari bahwa KDRT juga bisa terjadi pada kaum Adam. Barangkali hanya karena persepsi publik pada umumnya bahwa kaum Hawa itu lemah, maka lebih banyak kasus KDRT yang menimpa kaum Hawa yang ter-ekspose di mana-mana. Padahal kaum Adam pun bisa menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh kaum Hawa karena satu dan lain hal. Hanya saja, karena secara kasat mata fisik laki-laki pada umumnya memang tampak lebih kuat dari perempuan, maka kita jarang mendengar kasus kaum Adam dianiaya oleh kaum Hawa.
Tidak berarti tidak terjadi KDRT pada kaum Adam, karena KDRT bisa saja terjadi dalam bentuk lain, seperti penghinaan, pelecehan, kata-kata kasar, perlakukan yang tidak manusiawi dsbnya. Kasus-kasus perceraian di kalangan artis yang terjadi khusus karena perbedaan penghasilan antara sang suami yang berpenghasilan (jauh) lebih rendah daripada sang isteri, boleh jadi juga merupakan KDRT terselubung. Apapun bentuknya, kedua belah pihak dan terutama kaum Adam patut mengambil pelajaran dari kasus KDRT ini, mengingat ancaman hukumannya yang tidak ringan, yaitu 5 tahun.
Bahwa untuk terbinanya satu keluarga yang harmonis dan bahagia, keluarga yang saling menghormati satu sama lain, keluarga yang sakinah ma waddah wa rahmah, diperlukan satu dasar kebersamaan berupa kasih sayang, saling percaya dan kesediaan berkorban diantara kedua belah pihak.
Lalu perlu suatu proses panjang untuk menguji dan memelihara dasar tersebut, menuju kepada terwujudnya apa yang disebut sebagai cinta sejati (true love). Inilah agaknya yang bisa mengatasi terjadinya KDRT. Ikrar yang tidak didasari oleh cinta sejati, apalagi yang hanya dilandasi oleh materi, biasanya tidak bisa bertahan lama mengatasi ujian sehidup semati …
Salam,
Sammy.
Peristiwa yang tragis dan memprihatinkan ini hanya menambah panjang daftar kasus KDRT yang terjadi di kalangan artis dan pesohor (celebrities) di negeri ini. Tragis, karena walaupun sudah berikrar janji setia sehidup semati didepan Rumah Allah, tampaknya keduanya tidak mampu membina rumah tangga yang sakinah ma waddah wa rahmah seperti yang pastinya mereka idam-idamkan semula. Cukup mengagetkan juga karena begitu pendeknya waktu antara ikrar pernikahan dengan terjadinya peristiwa kekisruhan rumah tangga ini.
Memprihatinkan, karena peristiwa ini terjadi pada saat kasus KDRT yang dialami oleh model cantik Manohara Odelia Pinot versus Tengku Fachry dari kerajaan Kelantan, Malaysia, belum menampakkan tanda-tanda akan segera berakhir. Saling somasi dan tuntut menuntut sepertinya masih akan berlanjut, entah sampai kapan …
Walaupun korban pada kebanyakan kasus KDRT adalah kaum Hawa, namun perlu kita sadari bahwa KDRT juga bisa terjadi pada kaum Adam. Barangkali hanya karena persepsi publik pada umumnya bahwa kaum Hawa itu lemah, maka lebih banyak kasus KDRT yang menimpa kaum Hawa yang ter-ekspose di mana-mana. Padahal kaum Adam pun bisa menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh kaum Hawa karena satu dan lain hal. Hanya saja, karena secara kasat mata fisik laki-laki pada umumnya memang tampak lebih kuat dari perempuan, maka kita jarang mendengar kasus kaum Adam dianiaya oleh kaum Hawa.
Tidak berarti tidak terjadi KDRT pada kaum Adam, karena KDRT bisa saja terjadi dalam bentuk lain, seperti penghinaan, pelecehan, kata-kata kasar, perlakukan yang tidak manusiawi dsbnya. Kasus-kasus perceraian di kalangan artis yang terjadi khusus karena perbedaan penghasilan antara sang suami yang berpenghasilan (jauh) lebih rendah daripada sang isteri, boleh jadi juga merupakan KDRT terselubung. Apapun bentuknya, kedua belah pihak dan terutama kaum Adam patut mengambil pelajaran dari kasus KDRT ini, mengingat ancaman hukumannya yang tidak ringan, yaitu 5 tahun.
Bahwa untuk terbinanya satu keluarga yang harmonis dan bahagia, keluarga yang saling menghormati satu sama lain, keluarga yang sakinah ma waddah wa rahmah, diperlukan satu dasar kebersamaan berupa kasih sayang, saling percaya dan kesediaan berkorban diantara kedua belah pihak.
Lalu perlu suatu proses panjang untuk menguji dan memelihara dasar tersebut, menuju kepada terwujudnya apa yang disebut sebagai cinta sejati (true love). Inilah agaknya yang bisa mengatasi terjadinya KDRT. Ikrar yang tidak didasari oleh cinta sejati, apalagi yang hanya dilandasi oleh materi, biasanya tidak bisa bertahan lama mengatasi ujian sehidup semati …
Salam,
Sammy.
Label:
artis,
celebrities,
Cici Paramida,
cinta sejati,
KDRT,
keluarga sakinah,
ma waddah,
true love,
wa rahmah
Langganan:
Postingan (Atom)
